Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Pimpinan DPRD Sulsel Yasir Machmud Hadiri Peresmian Pusat Studi Kepolisian Unhas dan Penandatanganan PKS

×

Pimpinan DPRD Sulsel Yasir Machmud Hadiri Peresmian Pusat Studi Kepolisian Unhas dan Penandatanganan PKS

Sebarkan artikel ini
Yasi Machmud bersama Anggota DPR RI Rudianto Lallo.
Example 325x300

klikkiri.co – Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Yasir Machmud, S.E., M.Si., menghadiri peresmian Pusat Studi Kepolisian Universitas Hasanuddin (Unhas) sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang berlangsung di Fakultas Hukum Unhas, Makassar, Rabu (9/9/2026).

Peresmian Pusat Studi Kepolisian tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan institusi kepolisian, khususnya dalam pengembangan riset, pendidikan, serta kajian strategis di bidang kepolisian.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., jajaran Forkopimda Sulsel, Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., serta Dekan Fakultas Hukum Unhas.

Dalam sambutannya yang disampaikan melalui tayangan video, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., menekankan pentingnya kehadiran Pusat Studi Kepolisian sebagai wadah pembelajaran, penelitian, dan penguatan keilmuan di bidang kepolisian.

Menurutnya, keberadaan pusat studi tersebut diharapkan mampu mempertemukan perspektif akademik dengan kebutuhan institusi kepolisian dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan penegakan hukum yang terus berkembang.

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa juga menyampaikan apresiasi atas terbangunnya sinergi antara Unhas dan institusi kepolisian. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro memaparkan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sulawesi Selatan.

Ia menyebutkan, angka gangguan kamtibmas mengalami penurunan hingga 50 persen pada Agustus 2026 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi yang erat antara kepolisian, mahasiswa, pihak rektorat, serta TNI,” ujar Djuhandhani.

Menurutnya, kondisi kamtibmas yang semakin kondusif menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pertumbuhan perekonomian daerah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol. Chryshnanda Dwilaksana mengungkapkan rasa bangganya dapat kembali hadir di Universitas Hasanuddin.

Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan era digital menuntut kepolisian untuk terus beradaptasi, termasuk melalui penguatan konsep smart policing.

“Di era digital seperti sekarang, konsep smart policing menjadi sangat penting untuk menjawab tantangan penegakan hukum sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Chryshnanda.

Kehadiran Wakil Ketua II DPRD Sulsel Dr. Yasir Machmud dalam agenda tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi antara sektor pendidikan tinggi dan aparat penegak hukum.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendorong lahirnya kebijakan dan tata kelola keamanan yang berbasis ilmu pengetahuan, riset, serta kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi antara kampus dan kepolisian seperti ini harus terus diperkuat. Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik dan riset, sementara kepolisian memiliki pengalaman serta data lapangan. Jika keduanya dipadukan, tentu akan melahirkan pendekatan yang lebih baik dalam menjawab persoalan keamanan dan pelayanan masyarakat,” kata Yasir Machmud.

Ia berharap kehadiran Pusat Studi Kepolisian Unhas dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu kepolisian sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan yang semakin kondusif di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi harus menjadi awal dari kerja-kerja kolaboratif yang menghasilkan riset, rekomendasi kebijakan, dan inovasi untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300