Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Wija To Bone Desak RSI Faisal Transparan, Minta DPRD Gelar RDP

×

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Wija To Bone Desak RSI Faisal Transparan, Minta DPRD Gelar RDP

Sebarkan artikel ini
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Wija To Bone bersama Kerukunan Pemuda Arung Palakka 21 menggelar aksi demonstrasi di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Faisal, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Rabu (4/11/2026).
Example 325x300

klikkiri.co — Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Wija To Bone bersama Kerukunan Pemuda Arung Palakka 21 menggelar aksi demonstrasi di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Faisal, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Rabu (4/11/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas dugaan kelalaian dalam penanganan seorang pasien yang disebut berada dalam kondisi gawat darurat hingga akhirnya meninggal dunia.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Dalam aksi itu, massa mendesak manajemen RSI Faisal memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi penanganan pasien, termasuk prosedur pelayanan medis sejak pasien tiba hingga dinyatakan meninggal dunia.

Koordinator aksi, Khaidir menyatakan, pihaknya meminta persoalan tersebut diusut secara transparan agar penyebab dan pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan.

“Kami datang untuk meminta kejelasan atas dugaan kelalaian dalam penanganan pasien yang berujung pada meninggal dunia. Manajemen rumah sakit harus terbuka menjelaskan kronologi kejadian dan prosedur pelayanan yang telah dilakukan,” tegas koordinator aksi.

Massa juga menyoroti pentingnya prioritas pelayanan terhadap pasien dalam kondisi gawat darurat. Menurut mereka, keselamatan pasien harus menjadi perhatian utama dan tidak boleh terhambat oleh persoalan administratif maupun prosedur internal rumah sakit.

Dalam tuntutannya, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Wija To Bone bersama Kerukunan Pemuda Arung Palakka 21 menyampaikan empat poin utama.

Pertama, mendesak manajemen RSI Faisal bertanggung jawab atas dugaan kelalaian dalam penanganan pasien tersebut sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Kedua, meminta keterbukaan informasi mengenai kronologi kejadian serta Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan pasien gawat darurat yang diterapkan rumah sakit.

Ketiga, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan medis dan manajemen rumah sakit untuk memastikan standar keselamatan pasien diterapkan sesuai ketentuan.

Keempat, meminta DPRD Kota Makassar segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan manajemen RSI Faisal dan instansi terkait guna mendalami persoalan tersebut.

“Kami meminta DPRD Kota Makassar tidak tinggal diam. Segera gelar RDP dengan menghadirkan pihak rumah sakit dan instansi terkait agar persoalan ini dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan rekomendasi yang jelas,” lanjut koordinator aksi.

Massa juga meminta DPRD mendorong instansi berwenang mengambil tindakan sesuai hasil pemeriksaan. Apabila ditemukan pelanggaran berat, mereka meminta agar sanksi diberikan sesuai peraturan perundang-undangan, termasuk kemungkinan pencabutan izin atau penghentian operasional apabila memenuhi persyaratan hukum.

Koordinator aksi menegaskan, pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga memperoleh kejelasan. Jika tuntutan tidak mendapat tanggapan dalam waktu yang ditentukan, massa mempertimbangkan kembali menggelar aksi dengan jumlah peserta lebih besar serta menempuh jalur hukum.

“Kami berharap manajemen RSI Faisal segera memberikan respons dan membuka ruang komunikasi dengan keluarga pasien maupun perwakilan massa aksi. Jika tidak ada kejelasan, kami akan mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk menempuh jalur hukum,” ujarnya.

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Wija To Bone bersama Kerukunan Pemuda Arung Palakka 21 menegaskan, tuntutan tersebut ditujukan untuk memperoleh kejelasan penanganan pasien, memastikan pertanggungjawaban berdasarkan hasil pemeriksaan, serta mendorong perbaikan pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga rilis ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari manajemen RSI Faisal terkait dugaan yang disampaikan massa aksi. Klarifikasi pihak rumah sakit dan hasil pemeriksaan instansi berwenang masih diperlukan untuk memastikan duduk perkara secara objektif. (*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300