Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Dari Diskusi Unhas dan IKA Mendengar; Mentan Paparkan Hilirisasi, Rektor dan IKA Segera Bentuk Pokja

×

Dari Diskusi Unhas dan IKA Mendengar; Mentan Paparkan Hilirisasi, Rektor dan IKA Segera Bentuk Pokja

Sebarkan artikel ini
Ketua IKA Unhas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa saat menghadiri diskusi Unhas dan IKA Mendengar di GPA kampus Unhas Tamalanrea.
Example 325x300

klikkiri.co — Direktorat Hubungan Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Pengurus Pusat IKA Unhas sukses menggelar diskusi “Unhas dan IKA Mendengar”.

Diskusi yang digelar di Gedung Pertemuan Alumni (GPA) kampus Unhas Tamalanrea, Sabtu (9/8/2025) siang dilakukan secara hybrid.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum IKA Unhas yang juga Menteri Pertanian RI, Dr Ir Andi Amran Sulaiman, Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, Wakil Rektor III, Prof Dr Farida Patittingi, SH, MH, Direktur Hubungan Alumni, Prof Dr Ir Muhammad Yusuf, S.Pt bersama sejumlah pejabat Unhas lainnya.

Selain itu hadir pula Sekjen IKA Unhas, Prof Dr Yusran Yusuf, Direktur Eksekutif Salahuddin Alam, Wakil Ketua Bidang OKK dan Pengembangan Inovasi Alumni, Andi Irwan Patawari, serta para ketua dan pengurus IKA fakultas, daerah dan wilayah se-Indonesia.

Beberapa pejabat di Kementan yang juga alumni Unhas juga hadir. Mereka di antaranya Staf Ahli Mentan Ri, Dr Ir Nasrullah dan Tenaga Ahli Mentan, Prof Arsyad.

Diskusi Unhas dan IKA Mendengar diawali dengan pengantar dari Direktur Hubungan Alumni Unhas, Prof Dr Ir Muhammad Yusuf, S.Pt. Guru besar Fakultas Peternakan ini mengatakan, sebagai Direktur Alumni yang baru, ia akan menjadi mak comblang atau penghubung antara Unhas dan IKA Unhas yang sama-sama memiliki potensi yang sangat besar.

“Mudah-mudahan kita diberi jalan untuk memaksimalkan potensi tersebut,” kata Prof Yusuf.

Usai pengantar Prof Yusuf, acara langsung dibuka oleh Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa.

Dalam sambutannya, Prof Jamaluddin Jompa mengaku senang dengan kegiatan Unhas dan IKA Mendengar.

Namun, kata dia, sebelum ia mendengarkan saran dari peserta yang hadir, ia ingin menyampaikan beberapa hal untuk pengantar diskusi.

Rektor menegaskan jika Unhas selalu mendengar saran dan keinginan para alumni dan berusaha melakukan sesuai dengan yang bisa Unhas lakukan.

“Kita mau menjadi universitas terbesar sesuai keinginan kita semua termasuk para alumni. Kita tidak mau Unhas tenggelam di antara universitas-universitas besar,” tegas rektor yang sering disapa Prof JJ.

Prof JJ mengatakan, dalam banyak hal unhas sudah membuktikan kelasnya. Tahun lalu Unhas berhasil menjadi juara umum Pimnas di Unair.

“Kita ketahui betapa susahnya menjadi juara umum. Menjadi juara 3 pun kita pasti merinding. Tapi kini Unhas berhasil merebut juara umum setelah 37 tahun berada di universitas di Jawa,” ucap rektor bangga yang disambut aplaus peserta.

“Kami mau ini (prestasi) membanggakan para alumni sehingga tidak minder. Harus kita percaya diri. Bukan berarti sombong,” katanya lagi.

Rektor menegaskan, tak satupun perguruan tinggi di dunia yang maju tanpa peran alumninya. Makanya, Unhas membenahi Gedung Pertemuan Alumni.

“Kita membenahi GPA dan berharap ini dijadikan tempat bagi alumni, khususnya alumni yang baru selesai wisuda untuk coaching klinik,” kata rektor.

“Teman-teman alumni yang memiliki perusahaan bisa memanfaatkan tempat ini untuk memberikan informasi dan membantu alumni baru agar segera mendapatkan pekerjaan,” tambah Prof JJ.

Pada kesempatan itu, Rektor Unhas juga menyinggung soal kritikan alumni tentang pembentukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat universitas.

Prof JJ menegaskan akan berupaya memfasilitasi pembentukan BEM.

“Seperti yang selalu disuarakan kak Mul (Mulawarman). Saya tidak ada masalah dengan Kak Mul. Saya tahu hatinya baik. Kita memang butuh kritik. Kritik itu seperti sambal kalau kita makan coto. Tapi jangan juga terlalu banyak sambalnya Kak Mul,” kata Prof JJ sambil melirik Kak Mul sambil tersenyum.

Usai dibuka rektor, acara dilanjutkan dengan diskusi. Diskusi dipandu moderator dari Pengurus Pusat IKA Unhas, Muhammad Arsan Fitri, S.Pt, MP.

Tampil di depan peserta, Ketua IKA Unhas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melalui zoom meeting, Rektor Unhas Prof JJ, Direktur Alumni Prof Muhammad Yusuf, Sekjen IKA Unhas Prof Yusran Yusuf dan Wakil Ketua IKA Unhas Andi Irwan Patawari.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada kesempatan tersebut memaparkan tentang keberhasilan sektor pertanian sebagai penyumbang terbesar peningkatan perekonomian bangsa.

Bahkan kemajuan pertanian Indonesia, kata Amran, saat ini berada di nomor 2 di dunia setelah Brasil. Hal ini membuat sejumlah negara tertarik belajar ke Indonesia.

“Indonesia juga berhasil mencatat sejarah karena mengubah konstalasi pangan dunia karena Indonesia sudah tidak impor beras selama dua tahun sehingga harga beras dunia turun dari 600-an dolar per ton menjadi 380 dolar per ton,” katanya.

Amran juga menjelaskan jika Indonesia akan melakukan hilirisasi pertanian.

“Bapak Presiden sudah anggarkan Rp 371 triliun untuk hilirisasi pertanian. Hilirisasi fokus pada komoditas yang harganya tinggi di pasar dunia,” katanya.

“Ada 14 komoditas yang strategis untuk hilirisasi salah satunya kelapa dalam. Dimana nilai ekspor saat ini hanya 2 triliun. Jika dihilirisasi menjadi VCO maka harganya akan naik seribu persen,” ungkap Amran.

Amran juga mengajak alumni Unhas dan Unhas terlibat pada program hilirisasi pertanian sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Ajakan ini mendapat respons dari Rektor Unhas Prof JJ. Rektor mengatakan Unhas siap membentuk kelompok kerja untuk mendukung program Kementan di bidang hilirisasi beberapa komoditas.

“Unhas siap mendukung hilirisasi pertanian. Kita akan segera membentuk pokja untuk mensukseskan program hilirisasi,” kata Prof JJ.

Sementara menurut Wakil Ketua Bidang OKK dan Pengembangan Inovasi Alumni, Andi Irwan Patawari mengatakan, hilirisasi pertanian ini sangat penting karena sumber daya alam Indonesia mampu menciptakan added value untuk diekspor.

“Hal ini pasti akan menaikkan cadangan devisa negara,” kata alumni Fakultas MIPA yang juga mantan anggota DPRD Sulsel.

Direktur Eksekutif IKA Unhas, Salahuddin Alam mengusulkan langkah konkret terhadap tantangan Menteri Pertanian agar alumni ikut berkontribusi.

“Kalau perlu hari ini juga kita langsung bentuk pokja dan mulai rapat pekan depan,” usulnya.

Diskusi ini berlangsung dinamis. Banyak usulan dan pertanyaan yang dilontarkan para alumni. Baik yang hadir melalui zoom maupun peserta yang ada di GPA.

Tiga peserta di GPA seperti Muh Radi dari IKA Soppeng, Harmawati dari IKA Unhas Sultra dan Sri Hatun dari IKA Unhas NTT. Mereka memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian dan Rektor Unhas saat ini atas capaian sejumlah prestasi.

Menteri Pertanian dan Rektor Unhas memberikan respons yang baik terhadap beberapa usulan. Malah Andi Amran Sulaiman berharap agar kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan untuk kemajuan IKA Unhas dan Unhas.

Setelah diskusi selama satu jam lebih, akhirnya diskusi ditutup oleh Sekjen IKA Unhas, Prof Yusran Yusuf.

Usai diskusi, acara dilanjutkan dengan lomba domino yang diikuti alumni dari seluruh fakultas di Unhas. Pada ajang ini perwakilan IKA Fakultas Teknik (Ikatek) berhasil menjadi juara pertama. (*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300