Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Soal Kematian Driver Ojol, Masyarakat Sulsel Diimbau Tahan Diri dan Serahkan ke Proses Hukum

×

Soal Kematian Driver Ojol, Masyarakat Sulsel Diimbau Tahan Diri dan Serahkan ke Proses Hukum

Sebarkan artikel ini
Driver ojol bernama Affan Kurniawan tewas tertabrak mobil rantis Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam. (Tangkapan layar di Instagram dan TikTok)
Example 325x300

klikkiri.co – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garuda Astacita Nusantara (GAN) Sulsel menyatakan ikut prihatin atas peristiwa kematian driver ojek online (ojol) saat terjadi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam.

Menyikapi kondisi pascakematian driver ojol tersebut, GAN Sulsel memberikan pernyataan dan imbauan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Sulsel.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Sugianto Wahid. [istimewa]
“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya salah seorang saudara kita, pengemudi ojek online, dalam peristiwa tragis yang terjadi baru-baru ini. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan,” tulis Ketua DPW GAN Sulsel, Ir H Sugianto Wahid dalam rilisnya, Jumat (29/8/2025) petang.

DPW GAN Sulsel mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online, untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu, kabar, maupun ajakan yang tidak jelas sumbernya.

“Kami menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, aksi balasan, maupun tindakan anarkis bukanlah solusi, justru dapat merugikan banyak pihak dan memperkeruh suasana sosial di tengah masyarakat,” ujar Sugianto.

DPW GAN Sulsel juga meminta kepada seluruh pihak untuk menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan penegakan hukum kepada aparat yang berwenang, demi terwujudnya keadilan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami menghimbau seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk menjaga persaudaraan, persatuan, serta kondusifitas keamanan, sehingga peristiwa ini tidak menimbulkan perpecahan maupun konflik horizontal,” pinta Komisaris PT KIMA ini.

Menurutnya, momentum ini hendaknya menjadi pelajaran bersama, agar semua lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), serta tidak memperkeruh keadaan dengan komentar atau provokasi yang tidak bertanggung jawab.

“Mari kita rawat kebersamaan dan rasa persaudaraan sebagai anak bangsa, dengan saling menguatkan, saling mendoakan, dan tetap fokus membangun lingkungan yang aman, damai, serta bermartabat,” tutup Sugianto.(*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300