Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Taruna Ikrar Kepala BPOM: Gerakan 1 Juta Pohon, Aksi Nyata di Universitas Sriwijaya untuk Kelestarian Bumi

×

Taruna Ikrar Kepala BPOM: Gerakan 1 Juta Pohon, Aksi Nyata di Universitas Sriwijaya untuk Kelestarian Bumi

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

klikkiri.co — Komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan mewariskan bumi yang lebih baik bagi generasi mendatang kembali ditegaskan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, melalui partisipasinya dalam Gerakan 1 Juta Pohon di Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang.

Bagi Taruna Ikrar, menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, serta keberlanjutan kehidupan. Gerakan penghijauan, menurutnya, merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang semakin nyata.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Kegiatan penanaman pohon yang melibatkan sivitas akademika Universitas Sriwijaya ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem yang lebih hijau dan berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, Taruna Ikrar didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM dr. Elfi Taruna Ikrar, Sekretaris Utama BPOM Irjen Pol. Dr. Jayadi, S.I.K., M.H., Staf Khusus Kepala BPOM dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med., Kepala Biro Umum Asih Lisa, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Irwansyah, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Lynda K. Wardhani, Direktur Pengawasan Pangan Olahan Sondang, serta jajaran BPOM lainnya. Kehadiran para pimpinan BPOM tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan kesehatan nasional.

Taruna Ikrar menilai kampus memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya ilmu pengetahuan, inovasi, dan gerakan sosial yang mampu membentuk kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam.

«”Menanam satu pohon berarti menanam kehidupan. Gerakan 1 Juta Pohon merupakan aksi nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem, memperbaiki kualitas udara, melestarikan sumber air, serta mewariskan bumi yang lebih baik bagi generasi mendatang. Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur, tetapi meminjamnya dari anak cucu kita,” ujar Taruna Ikrar.»

Ia menjelaskan bahwa kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan. Berkurangnya tutupan hijau, pencemaran lingkungan, serta dampak perubahan iklim berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, mengganggu ketahanan pangan, dan menurunkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, penghijauan merupakan langkah preventif yang berdampak langsung terhadap kesehatan publik.

Taruna Ikrar juga mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Sriwijaya menjadikan budaya menanam dan merawat pohon sebagai bagian dari kehidupan kampus. Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi pusat peradaban yang melahirkan solusi ilmiah bagi berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pembangunan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Taruna Ikrar menegaskan bahwa Gerakan 1 Juta Pohon sejalan dengan visi pembangunan nasional serta mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, memperkuat kualitas lingkungan hidup, dan membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

«”Kelestarian bumi adalah tanggung jawab kita bersama. Jika setiap orang menanam dan merawat pohon, maka kita sedang membangun benteng alami untuk menjaga kesehatan, ketahanan pangan, dan masa depan bangsa. Gerakan ini harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.»

Melalui Gerakan 1 Juta Pohon di Universitas Sriwijaya, BPOM berharap kolaborasi lintas sektor dalam pelestarian lingkungan semakin kuat. Langkah sederhana berupa menanam dan merawat pohon hari ini diyakini akan menjadi warisan hijau yang bernilai besar bagi generasi mendatang, sekaligus memperkuat fondasi Indonesia menuju pembangunan berkelanjutan dan Indonesia Emas 2045.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300