Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Camp Pemuda di Air Terjun Laliako, FPPT Rajut Solidaritas dan Inspirasi Petani Muda Sinjai

×

Camp Pemuda di Air Terjun Laliako, FPPT Rajut Solidaritas dan Inspirasi Petani Muda Sinjai

Sebarkan artikel ini
Kegiatan camp yang digelar Forum Pemersatu Pemuda Tonrong (FPPT) di kawasan Air Terjun Laliako, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sabtu (12/9/2026) malam.
Example 325x300

klikkiri.co — Di tengah suasana alam yang masih asri dan akses infrastruktur yang terbilang menantang, semangat anak muda untuk berkumpul, berbagi pengalaman, dan membangun solidaritas justru semakin kuat.

Hal itu tergambar dalam kegiatan camp yang digelar Forum Pemersatu Pemuda Tonrong (FPPT) di kawasan Air Terjun Laliako, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sabtu (12/9/2026) malam.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Kegiatan yang dirangkaikan dengan sharing session tersebut menjadi ruang perjumpaan bagi sejumlah komunitas pemuda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sinjai. Mereka datang membawa pengalaman, cerita, serta semangat yang sama untuk mendorong lahirnya gerakan pemuda yang lebih produktif dan berdaya.

Bagi sebagian peserta, perjalanan menuju lokasi bukan perkara mudah. Kondisi akses infrastruktur yang cukup ekstrem menjadi tantangan tersendiri. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkah mereka untuk hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Walau akses infrastrukturnya sangat ekstrem, kami tetap hadir karena kegiatan seperti ini sangat menginspirasi kami selaku kaum muda,” kata salah satu peserta, Saldi.

Di balik suasana camp yang berlangsung di tengah alam, kegiatan tersebut membawa pesan yang lebih besar: mempertemukan anak-anak muda dari berbagai latar belakang untuk saling belajar dan menguatkan.

Forum ini juga menjadi wadah berbagi kisah tentang keberhasilan sejumlah petani muda dari berbagai desa yang hadir dalam kegiatan. Pengalaman mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya bahwa sektor pertanian juga memiliki ruang besar untuk dikembangkan sebagai pilihan usaha sekaligus jalan menuju kemandirian ekonomi.

Ketua Panitia, Haeril Wahyu Anugrah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarkomunitas pemuda.

“Kita berkumpul untuk berbagi pengalaman. Teman-teman komunitas yang sudah sukses di bidang pertanian bisa menceritakan pengalaman dan proses yang telah mereka lalui kepada teman-teman yang lain,” jelas Haeril.

Menurutnya, pertemuan seperti ini penting untuk membangun jejaring antar-anak muda. Bukan sekadar berkumpul, tetapi menciptakan ruang pertukaran gagasan yang dapat melahirkan kolaborasi baru di tengah masyarakat.

Semangat itu terlihat dari komposisi narasumber dan peserta yang hadir. Selain menghadirkan sejumlah petani muda yang telah berhasil mengembangkan aktivitas di bidang pertanian, FPPT juga menghadirkan tokoh publik, di antaranya Musaddaq dan Arifin Kasong.

Perspektif akademik turut memperkaya diskusi melalui kehadiran Muhlis Hajar Adiputra dari Universitas Muhammadiyah Sinjai. Kehadiran akademisi tersebut memberikan warna tersendiri dalam sharing session, terutama dalam melihat potensi pemuda dan pengembangan sektor pertanian dari sudut pandang pengetahuan dan pengalaman lapangan.

Pada akhirnya, camp FPPT di Air Terjun Laliako bukan sekadar agenda berkumpul di tengah alam. Ia menjadi ruang untuk mempertemukan energi muda, pengalaman petani, gagasan komunitas, dan perspektif akademik dalam satu forum.

Dari tempat yang aksesnya tidak mudah itu, para pemuda justru menemukan ruang untuk saling menguatkan. Sebuah pesan sederhana pun mengemuka: keterbatasan akses tidak semestinya menjadi batas bagi anak muda untuk bertemu, belajar, berjejaring, dan membangun masa depan bersama.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300