Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Dispar Makassar Terima Studi Banding Komisi II DPRD Kediri, Bahas Strategi Pengembangan Pariwisata

×

Dispar Makassar Terima Studi Banding Komisi II DPRD Kediri, Bahas Strategi Pengembangan Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Kunjungan studi banding DPRD Kabupaten Kediri, Senin (21/9/2026)
Example 325x300

klikkiri.co — Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar menerima kunjungan studi banding Komisi II DPRD Kabupaten Kediri di Ruang Rapat Kepala Dinas Pariwisata, Senin (21/9/2026).

Kunjungan perdana DPRD Kabupaten Kediri ke Kota Makassar tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang pertukaran informasi mengenai pengembangan potensi pariwisata daerah.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Kediri dipimpin Wakil Ketua Komisi II, M. Zaini. Kehadiran rombongan bertujuan mengenal lebih jauh potensi pariwisata Kota Makassar, termasuk pendekatan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Makassar, Benyamin Budianto Turupadang, memaparkan sejumlah program prioritas pembangunan daerah di sektor pariwisata.

Pemaparan tersebut menjadi ruang berbagi informasi mengenai arah pengembangan pariwisata Kota Makassar, termasuk upaya memperkuat keterhubungan antara sektor pariwisata dengan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu program yang diperkenalkan yakni Makassar Creative Hub (MCH). Wadah ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kreativitas dan ekonomi kreatif yang mendukung ekosistem pariwisata Kota Makassar.

Penguatan ekonomi kreatif dinilai memiliki keterkaitan dengan pengembangan pariwisata karena membuka ruang bagi pelaku kreatif untuk menghasilkan produk dan aktivitas yang dapat memperkaya daya tarik daerah.

Selain program pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Dispar Makassar juga memaparkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan kepada wisatawan.

Salah satunya melalui Super App Lontara+ yang dikembangkan untuk memudahkan wisatawan dalam mengakses berbagai informasi dan layanan pariwisata di Kota Makassar.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pariwisata yang lebih mudah diakses serta menyesuaikan perkembangan kebutuhan masyarakat dan wisatawan.

Dalam pemaparannya, Sekdispar menjelaskan bahwa Wali Kota Makassar memandang sektor pariwisata sebagai salah satu sektor yang memiliki potensi besar dalam mendorong perputaran ekonomi daerah.

“Pariwisata bukan hanya tentang kunjungan wisatawan, tetapi bagaimana seluruh ekosistemnya dapat bergerak dan memberikan dampak ekonomi,” ujarnya.

Pandangan tersebut menempatkan pariwisata sebagai sektor yang memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas ekonomi, termasuk usaha masyarakat, ekonomi kreatif, serta layanan pendukung pariwisata.

Usai pemaparan, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kediri, M. Zaini, menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar dalam mengembangkan sektor pariwisata.

“Kami ingin mengenal lebih jauh potensi yang ada di Kota Makassar, termasuk bagaimana upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata dan menentukan skala prioritasnya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi upaya efektivitas anggaran dalam pelaksanaan berbagai program, sehingga kegiatan yang dijalankan tetap dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

Kunjungan tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman antardaerah, khususnya dalam melihat potensi pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi, serta penyusunan prioritas program pembangunan.

Melalui kegiatan tersebut, kedua daerah dapat saling berbagi informasi mengenai pendekatan yang digunakan dalam mengoptimalkan potensi pariwisata dan menghubungkannya dengan kepentingan ekonomi masyarakat.

Dispar Makassar terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Makassar.

Berbagi pengalaman, memperluas kolaborasi, dan memperkuat pariwisata sebagai bagian dari penggerak ekonomi daerah.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300