Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 325x300
Daerah

Camat Rappocini dan Plt Kasatpol PP Makassar Dinilai ‘Arogan’ Sikapi Hanggar Talasalapang, Ada Apa?

×

Camat Rappocini dan Plt Kasatpol PP Makassar Dinilai ‘Arogan’ Sikapi Hanggar Talasalapang, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Klikkiri.co
Hanggar Talasalapang. (Google)

Usai viral di media sosial video berjoget erotis di Hanggar Talasalapang, Kota Makassar jadi sorotan publik. Kini memasuki babak baru.

 

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Pasalnya Hanggar Talasalapang disebut-sebut beroperasi tanpa izin sama sekali, benarkah?

 

Karena persoalan itu, sehingga Hanggar berpolemik hingga dibawa ke DPRD Makassar untuk dibicarakan.

 

Mengulas Kembali

 

Pada tanggal 29 Juni 2022, Komisi A DPRD Makassar melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Hanggar dengan menghadirkan pihak Manajemen Hanggar Talasalapang, Camat Rappocini, Lurah setempat, perwakilan Satpol PP, dan pihak terkait lainnya.

 

Anggota DPRD Makassar dari Komisi A Fraksi Partai Golkar, Abdul Wahab Tahir mengatakan bahwa memang betul pada saat itu dilakukan RDP dan merekomendasikan Hanggar ditutup selama 7 hari, terhitung mulai tanggal 30 Juni sampai 07 Juli 2022.

 

“Kalau kesepakatan (RDP) ditutup 1 minggu, tapi semua kita serahkan ke Pemkot untuk melakukan pembinaan,” ujarnya Wahab kepada Tim Klik Kiri. Selasa (12/7).

 

Wahab memberikan pertimbangan dari aspek sosialnya bahwa pemilik tenant mempekerjakan ratusan pekerja yang kemudian berpotensi tidak dapat penghasilan untuk menghidupi keluarga dan utang kredit bank mereka.

 

“Kemudian para pemilik tenant menjadi perhatian dan atensi kita semua dengan dasar pertimbangan kemanusiaan,” tegas Ketua Bappilu Golkar Makassar itu.

 

Respons Pihak Manajemen Hanggar

 

Ditanggapi oleh Manajer Hanggar Talasalapang Arman bahwa pihaknya menaati rekomendasi tersebut, yakni semua tenant ditutup dari tanggal 30 Juni sampai 07 Juli 2022. Setelah itu baru dibuka kembali untuk beroperasi.

 

Arman juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), sementara IMB-nya berproses.

 

“Sementara ini kami urus Izin Mendirikan Bangunan (IMB)-nya di DPMPTSP Kota Makassar. Kita harapkan minggu ini selesai itu IMB,” tutur Arman kepada Tim Klik Kiri, Selasa (12/7).

 

Kepala DPMPTSP Kota Makassar Andi Zulkifli membenarkan bahwa saat ini tengah berproses IMB Hanggar Talasalapang.

 

“Iya (sedang proses),” bebernya kepada Tim Klik Kiri, Selasa (12/7).

 

Ingin Ditutup 

 

Tapi pada 08 Juli 2022 sekitar pukul 20.00 malam, Camat Rappocini bersama dengan Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Makassar mendatangi Hanggar dengan tujuan menutup!

 

“Iya, saya sama Pak Kasatpol PP,” kata Camat Rappocini Syahruddin kepada Tim Klik Kiri, Selasa (12/7/2022).

 

Hal senada juga disampaikan oleh Plt Kasatpol PP Kota Makassar Ikhsan NS bahwa kedatangannya ke Hanggar pada 8 Juli 2022 malam, dengan tujuan untuk menutup tempat tersebut.

 

“Iya, kita mau tutup (Hanggar), karena belum lengkap izinnya. Hasil RDP pertama (di DPRD Makassar) yang bersangkutan menandatangani pernyataan dan diberi waktu 6 hari mengurus perizinannya. Karena sudah sampai batas waktu, dan masih belum selesai (IMB-nya) sehingga Satpol PP dan Camat mendatangi tempat tersebut dan meminta kepada pihak pengelola untuk tutup dulu sampai izinnya lengkap,” kata Ikhsan NS kepada Tim Klik Kiri, Selasa (12/7).

 

Disoroti Aktivis

 

Aktivis Kota Makassar Kasmir menilai Camat Rappocini dan Plt Kasatpol PP Makassar arogan dalam menyikapi persoalan Hanggar Talasalapang. Ada apa?

 

“Ini persoalan kemanusian. Ada ratusan orang di sana (Hanggar) mengais rezekinya, tak elok jika pemerintah yang seolah-olah ingin menghalangi usaha masyarakat untuk hidup,” kata Kasmir kepada Tim Klik Kiri, Senin, 11 Juli 2022.

 

Menurutnya, justru pemerintah yang harus hadir memberi bantuan kepada usaha-usaha kecil untuk segera menyelesaikan izinnya jika memang belum lengkap, bukan malah ditutup. 

 

“Tak boleh kita bersikap represi pada masyarakat,” ujar Kasmir.

 

Seharusnya, kata Kasmir, pemerintah objektif dan bijaksana dalam mengambil tindakan. 

 

“Rusak Kota Makassar ini jika persoalan kecil mau dipersulit. Toh, nantinya Hanggar ini kan akan bayar pajak ke Pemkot Makassar sehingga ini menambah PAD, dan menghidupkan masyarakat,” tutupnya. 

 

[Liputan Tim Klik Kiri]

 

Example 325x300
Example 120x600