Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

BMI Apresiasi Ditjenpas Sulsel Sidak Lapas Bollangi Usai Disorot soal Narkoba: Tiga Hp Diamankan

×

BMI Apresiasi Ditjenpas Sulsel Sidak Lapas Bollangi Usai Disorot soal Narkoba: Tiga Hp Diamankan

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Zulkifli—Ketua Umum BMI.
Example 325x300

klikkiri.co – Penangkapan dua orang pengedar narkotika jenis sabu berinisial RS dan SJALS oleh Subdit 3 Unit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan berbuntut pada inspeksi mendadak (sidak) oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Selatan di Lapas Kelas IIA Bollangi, Kabupaten Gowa.

Sidak tersebut berlangsung pada Selasa, 24 Juni 2025, dan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan, Keamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sulsel, Herman, setelah mencuatnya dugaan bahwa kedua pelaku memiliki keterkaitan dengan jaringan narapidana narkotika yang tengah menjalani masa hukuman di Lapas Bollangi.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Ketua Umum Brigade Muslim Indonesia (BMI), Muhammad Zulkifli, membenarkan adanya kunjungan tersebut. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk respon cepat dari pihak Kanwil Ditjenpas atas informasi yang diterima dari masyarakat dan sejumlah lembaga anti narkotika.

“Sebelumnya kami dari BMI menyampaikan keprihatinan terhadap informasi yang menyebut jaringan pengedar yang ditangkap merupakan bagian dari jaringan SL, seorang narapidana di Lapas Bollangi,” ujar Zulkifli.

Menurutnya, respons Kanwil Ditjenpas cukup tanggap. Pada Sabtu sebelumnya, pihaknya meminta agar Kepala Lapas segera mengambil tindakan cepat.

“Langsung dilakukan sidak. Dari hasilnya, ditemukan dan diamankan tiga unit handphone milik tiga warga binaan,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, pada Selasa (24/6), pihak Kanwil Ditjenpas kembali turun ke Lapas Bollangi untuk melakukan pendalaman. Ketiga narapidana yang diamankan handphonenya dipanggil untuk klarifikasi sekaligus dilakukan tes urin guna memastikan keterlibatan mereka, baik sebagai pengguna maupun pengedar.

“Adapun hasil pemeriksaan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pihak Lapas,” jelas Zulkifli.

Lebih lanjut, Zulkifli menyampaikan bahwa pihak Kanwil Ditjenpas Sulsel dan jajaran Lapas Bollangi dinilai sangat kooperatif dalam menindaklanjuti informasi yang berkembang di masyarakat.

“Langkah pengamanan handphone dari warga binaan adalah bentuk komitmen untuk mewujudkan Lapas zero HP dan zero narkoba. Kami berharap upaya ini dapat membantu aparat menuntaskan kasus jika memang ditemukan keterlibatan warga binaan,” jelasnya.

Sementara itu, dalam keterangannya, Kabid Pelayanan, Keamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sulsel, Herman, mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi terkait dugaan pelanggaran di dalam Lapas.

“Kami berterima kasih atas laporan masyarakat. Namun sampai hari ini, kami belum menerima laporan resmi dari kepolisian mengenai dugaan keterlibatan warga binaan Lapas Bollangi dalam jaringan pengedar narkoba tersebut,” kata Herman.

Pihaknya juga menyatakan telah melakukan klarifikasi terhadap tiga warga binaan yang disebut-sebut terkait. “Ketiganya dengan tegas membantah keterlibatan. Jika masyarakat memiliki bukti yang sah, silakan disampaikan secara terbuka. Kami siap menindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Herman menambahkan, Kanwil Ditjenpas Sulsel berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan serta menjaga lingkungan Lapas dan Rutan tetap bersih dari handphone ilegal dan narkoba.

“Jika ada informasi akurat terkait penyalahgunaan HP dan narkoba di dalam Lapas atau Rutan, kami sangat berharap masyarakat tidak segan untuk melaporkannya agar bisa segera kami tindaklanjuti,” tutup Herman.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300