Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

Rakernas Riuh, Kadernya Dikabarkan Kena OTT, NasDem ‘Warning’ KPK: Luruskan!

×

Rakernas Riuh, Kadernya Dikabarkan Kena OTT, NasDem ‘Warning’ KPK: Luruskan!

Sebarkan artikel ini
Bendahara DPP Partai Nasdem Ahmad Syahroni, Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo dan Bupati Kolaka Timur Abd Azis saat menggelar keterangan pers terkait kasus OTT di Kolaka Timur, Kamis (7/8).
Example 325x300

klikkiri.co—Pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johanis Tanak, soal operasi tangkap tangan (OTT) di Sulawesi Tenggara memicu polemik. Dalam keterangan kepada media, Johanis menyebut bahwa Bupati Kolaka Timur (Koltim), Abdul Azis, termasuk dalam pihak yang terjaring dalam OTT tersebut.

“(Bupati) Koltim,” ujar Johanis singkat saat dikonfirmasi awak media.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Namun, bantahan langsung datang dari jajaran Partai NasDem. Bendahara Umum DPP NasDem, Ahmad Syahroni, menegaskan bahwa informasi tersebut keliru. Ia menyampaikan bahwa Abdul Azis, yang juga kader Partai NasDem, saat itu tengah berada di Makassar menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem di Hotel Claro.

“Ini di Makassar, ada berita yang menyebut kader kami, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, ditangkap dalam OTT oleh KPK. Itu disampaikan oleh Pak Johanis Tanak. Maka dari itu, kami ingin sampaikan bahwa Abdul Azis ada di sebelah saya saat ini,” tegas Syahroni dalam konferensi pers, didampingi Abdul Azis dan anggota Komisi II DPR RI, Rudianto Lallo.

Syahroni juga menilai pernyataan yang disampaikan oleh pimpinan KPK tidak berdasar dan dapat menyesatkan publik. Ia meminta agar KPK berhati-hati dalam memberikan informasi ke media, terlebih terkait peristiwa OTT yang semestinya terjadi langsung di lokasi tindak pidana.

“OTT itu adalah penangkapan tangan yang terjadi langsung di lokasi kejadian. Kalau itu tidak terjadi, ya tidak bisa disebut OTT. Maka pernyataan Pak Johanis Tanak perlu diluruskan,” ujar Syahroni yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Meski demikian, KPK melalui juru bicaranya, Budi Prasetyo, tetap menyatakan bahwa operasi di Sulawesi Tenggara masih berjalan. Sejumlah tim KPK disebut masih berada di lapangan, dan informasi lebih lanjut akan segera diumumkan.

“Tim masih di lapangan. Nanti akan kami update siapa saja yang diamankan, barang apa saja yang diamankan, termasuk perkara apa. Semua akan kami sampaikan secara resmi,” ujar Budi dalam keterangan di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari KPK yang mengklarifikasi perbedaan antara keterangan Johanis Tanak dan fakta kehadiran Abdul Azis di Makassar. Publik menanti kejelasan atas isu ini, mengingat sensitivitas dan dampaknya terhadap kredibilitas lembaga penegak hukum serta partai politik yang bersangkutan. (*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300