Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Hukum

Jurnalis ‘L’ Mengaku ‘Shock’: “Pengawal Pak Anies Itu Pegang Tepat di Buah Dada Kanan Saya”

×

Jurnalis ‘L’ Mengaku ‘Shock’: “Pengawal Pak Anies Itu Pegang Tepat di Buah Dada Kanan Saya”

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Ilustrasi pelecehan.
Example 325x300

Salah seorang jurnalis perempuan di Makassar berinisial L mendapat perlakuan buruk saat meliput kunjungan kerja Anies Baswedan di Empang Panaikang Makassar, Sabtu (9/12/2022). Pengawal Anies diduga melakukan pelecehan terhadap L yang saat itu hendak wawancara.

L menceritakan, saat itu acara telah selesai dan para jurnalis yang telah berkumpul bersiap untuk sesi wawancara dengan Anies. Akan tetapi, warga masih berkerumun dan berdesak-desakan untuk minta berfoto.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

“Pak Anies ke depan panggung rencananya untuk wawancara dan berfoto bersama sejumlah akademisi. Saya mengikut dan berdiri di paling depan sambil merekam video (jaga-jaga kalau kantor minta untuk youtube). Tapi beberapa warga masih mengikuti Pak Anies untuk berfoto,”ujar L lewat keterangan tertulis yang diterima.

Dalam situasi lengang itulah, kata L, ada pasukan pengawal berbaju biru navy berdiri di depannya untuk menghalau.

Pengawal itu pun langsung mendorong L dengan tangan yang mengarah ke buah dadanya.

“Dia kira saya mau selfie dengan pak Anies makanya didorong. Saat didorong itu tangan pasukan pengawal Pak Anies itu pegang tepat di bagian buah dada kanan saya,” ucap L.

Sadar mendapat perlakuan buruk, L mengaku kaget, shock dan diam sesaat karena bingung. “Setelahnya saya katai, kurang ajar Pak ya pegang sembarangan,” sebutnya.

Sayangnya, respon pengawal itu terkesan acuh dan hanya meminta maaf. “Saya hanya dengar responnya bilang maaf, maaf. Setelah itu saya mundur dengan posisi bergetar dan tidak tenang,” imbuh L.

L mengaku hingga saat ini dirinya masih merasa shock lantaran baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini.

“Saya ndak pernah dapat kejadian seperti itu selama liputan,” tegasnya.

Sementara itu Penanggung Jawab Kegiatan Temu Aktivis, Tokoh dan Akademisi Sulsel di Empang Panaikang, Muhammad Ramli Rahim memberi respons bahwa hal itu tak layak dianggap pelecehan.

“Menurut kami tak layak disebut pelecehan,” kata dia.

Apa yang terjadi antara pengawal dengan jurnalis tidak mengandung unsur kesengajaan sedikit pun. Bahkan dalam cerita Jurnalis “L”, sang pengawal langsung minta maaf .

Memang dalam kondisi kerumunan padat, segala hal tak terduga bisa saja terjadi, kata Ramli, apalagi kerumunan itu juga disertai desak-desakan sehingga potensi terjadinya salah pegang, salah sentuh bahkan salah senggol amat sangat besar.

“Dan kami dari penyelenggara kegiatan juga mengajukan permohonan maaf semoga kejadian serupa meskipun dalam kondisi tak disengaja tidak terulang lagi,” terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima.

Seperti diketahui, ribuan orang menghadiri kegiatan Temu Aktivis, Tokoh dan Akademisi dan seperti diketahui, dalam setiap kehadiran Anies Rasyid Baswedan, selalu dikerumuni massa yang berebut berfoto atau video termasuk jurnalis “L”.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300